"Kalian yakin nggak mau tinggal di sini saja?” Pertanyaan Mama Kristi itu meluncur lagi ketika pagi itu Alea dan Kaisar bersiap meninggalkan rumah mereka. Sudah dua kali Alea memastikan barang-barangnya tidak tertinggal, dan dua kali pula Mama Kristi menahan mereka dengan alasan berbeda. “Sayang rumahnya, Ma, kalau ditinggal lama-lama,” jawab Alea pelan sambil tersenyum. Perutnya yang mulai terlihat sedikit menonjol membuat ia tampak semakin bercahaya, membuat Mama Kristi makin sayang padanya. “Tapi kamu kan lagi hamil, Sayang,” keluh Mama Kristi sambil menggenggam tangan Alea. “Kalau di sini, Mama bisa awasin. Bisa masakin juga.” Kaisar hanya bisa menghela napas panjang. “Ma, Alea bukan anak kecil. Dan aku juga bisa jaga dia. Lagian rumah sendiri kosong terus. Kasihan.” Mama Kristi m

