134. Kesempatan Kedua

1049 Kata

Sinar matahari pagi menembus celah tirai, menciptakan bayang lembut di dinding kamar mereka. Kaisar mengerjap pelan, tubuhnya masih terasa hangat oleh selimut yang membungkus badan. Ia merentangkan tangan, mengharapkan akan menemukan tubuh Alea di sisi ranjang, seperti dulu saat mereka masih akur dan sering berpelukan tanpa canggung. Namun, yang diraba hanya dinginnya sprei. Kosong. Kaisar sontak duduk, matanya terbelalak. Jantungnya berdegup lebih cepat. “Alea?” panggilnya pelan, tapi tak ada jawaban. Ia menunduk, menatap bantal yang sudah tak berjejak kepala istrinya. Pikiran Kaisar langsung liar ke mana-mana. Jangan-jangan dia kabur lagi? Ia menepuk kening sendiri. “Gila, baru semalam juga balik rumah, masa pagi-pagi sudah ngilang?” Tanpa pikir panjang, ia beranjak, menarik kaus t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN