Sore itu langit berwarna jingga keemasan. Dari balik kaca lift, kota tampak sibuk namun menenangkan. Kaisar melangkah keluar dari ruangannya, bahu sedikit tegang setelah seharian penuh rapat dengan tim pemasaran. Ia hanya ingin cepat pulang, mandi, lalu makan malam bersama Alea, istri yang dirindukannya. Langkahnya terhenti ketika pintu lift terbuka dan sosok pria paruh baya berwajah tegas keluar dari sana. “Pa!” seru Kaisar spontan, senyumnya mengembang. “Kai!” sahut Kresna, menyambut dengan tepukan lembut di bahu anaknya. Sudah lama mereka tidak pulang bersama. Biasanya jadwal mereka tidak pernah sejalan — Kresna selalu lebih dulu berangkat dan lebih lambat pulang. Tapi sore itu tampaknya keberuntungan kecil memihak mereka. “Baru selesai rapat?” tanya sang ayah. “Iya, Pa. Lelah jug

