Malam itu rumah keluarga kecil di sudut komplek terasa lebih hangat dari biasanya. Angin di akhir bulan November bertiup lembut, membawa aroma tanah basah sisa hujan sore. Alea duduk bersandar di sofa, mengusap lembut perutnya yang sudah benar-benar besar. Usia kehamilannya memasuki minggu ketiga puluh delapan, dan setiap saat ia bisa melahirkan. Kaisar baru saja pulang dari kantor. Jasnya sudah dilepas bahkan sebelum pintu tertutup penuh. Wajahnya lelah, tapi matanya berbinar begitu melihat Alea. “Sayang,” ucapnya, menghampiri dan mencium kening istrinya. Alea tersenyum. “Kerja kamu nggak ada habisnya, ya, Mas?” “Maaf, proyek akhir tahun ini gila banget. Tapi aku janji beberapa minggu lagi bakal bisa cuti buat fokus sama kamu dan bayi kita.” Belum sempat Alea membalas, sebuah rasa ny
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


