69. Buket Bunga dan Kalimat yang Tak Terucap

1222 Kata

Chandra melangkah masuk ke dalam kafe, matanya menyapu ruangan yang masih sepi. Belum sampai waktunya jam makan siang, hanya ada beberapa pengunjung yang duduk menyendiri dengan laptop atau buku mereka. Kemudian, dari sudut ruangan terdengar suara yang familiar. "Chandra!" Pandangannya langsung tertuju pada sosok Livia yang berdiri di dekat area bermain anak. "Sudah lama menunggu?" tanyanya saat mendekat. "Baru beberapa menit," jawab Livia sambil melirik ke arah anak lelakinya yang sedang asyik bermain dengan pengasuhnya. "Maaf harus ketemu di sini, Dion tidak bisa ditinggal sendirian." Chandra mengikuti arah pandang Livia. Seorang bocah berusia sekitar dua tahun sedang tertawa riang, wajahnya yang tampan memancarkan keceriaan. "Dia mirip sekali denganmu," gumam Chandra lirih. Livia t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN