[138] Dosa, Tidak?

1425 Kata

"Jangan, Dek. Sama Abang aja. Udah, kamu duduk aja, gih." Om Genta menyela Nuni yang hendak cuci piring. Kini bahkan sudah berdiri di dekat wastafel. Ada cucian piring bekas masak juga tadi belum sempat digarap, buru-buru mencari om suami ke rumah lama sekalian kirim makanan untuk adik-adik ipar. Benar saja Om Genta ada di sana. Dasar! "Emangnya Abang bisa?" "Bisa. Abang, kan, sejak nggak ada Lena di rumah, ganti-gantian cuci piring sama Gilang atau Nandar." "Yang bersih," seloroh Nuni. "Iya, tenang aja." "Jangan yang masih licin sama sabun, lho. Dibilasnya harus keset." Om Genta terkekeh. "Iya, Adek. Udah, tenang. Bersih, kok." "Ya udah, makasih, ya." Seraya Nuni kecup pipi Om Genta secara kilat, lalu melenggang sesudahnya, sebelum Om Genta melihat ada rona merah jambu di pip

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN