[139] Rezeki

1510 Kata

"Negatif." Bahkan hingga tiga bulan berlalu setelah hari pernikahan Bang Genta dan Mbak Nuni, Lena masih bergaris satu testpack-nya. Kali ini padahal Lena merasa telat datang bulan, tetapi itu tidak berarti hamil, ya? Atau karena Lenanya saja yang agresif pengin selalu cek dengan testpack, padahal tanda-tandanya juga belum valid seperti waktu itu. Sungguh! Lena merasa mual sedikit, langsung ingin di-testpack. Pak Wili tersenyum. "Ya sudah, berarti belum rezekinya." Mata Lena berembun. "Len, tidak apa-apa, lho. Lagi pula ada, kok, yang sampai puluhan tahun belum diberi momongan." "Ya, aku nggak mau kayak gitu. Aku pengin kasih anak buat Abang." Seraya dia tutup wajahnya. Sedih. "Iya, Abang ngerti. Tapi, kan, kita bahkan setahun lewat dari meninggalnya dedek juga belum, Len. Sabar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN