[149] Perayaan Paling Sederhana

1930 Kata

"Len, are you okay?" Lena terdiam. "Woi, Nong? Perlu Abang telepon suami kamu?" Bahu Lena digoyang-goyangkan. Memang tadi dia sampai menjerit di kamar mandi, lalu habis itu keluar dengan ... kondisi yang mengkhawatirkan? Lena rasa Bang Gilang memandangnya begitu. Terlihat dari tatapan mata gerangan sekarang. "Lena?" Apa semengkhawatirkan itu dirinya? "Eh, eh ... lho, Len?" Nangis. Lena tutup muka. Telapak tangannya menangkup wajah sambil terisak. Percayalah, Gilang semakin resah. Pertama-tama dia papah dulu adiknya ke sofa ruang tengah. Sungguh, tadi Gilang kaget brutal ketika sedang menuangkan air ke dalam gelas, di kamar mandi Lena menjerit. Tentu saja langsung Gilang hampiri, dia menggedor-gedor pintu kamar mandi yang sepertinya dikunci. Menyebut-nyebut nama si bungsu dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN