[148] Terancam Gagal

1759 Kata

"Sedang membuat apa, Len?" "Hm?" Lena menoleh. "Yang jelas bukan lagi bikin anak." Seraya terkekeh. Eh, pantatnya dicubit Pak Wili. "Nakal, deh!" Lena mendelik. Di dapur mereka itu, sudah jelas Lena sedang masak. Kalau bukan tengah membuat makanan, lalu apa? Segala ditanya. Kan, jawaban Lena jadi melantur. Asal bunyi saja. "Sepertinya enak." "Pastinya. Nggak enak pun kalau buatanku, begitu sampai di lidah Abang jadinya enak." Aduh! Kali ini buah d**a Lena yang dicubit. Kenapa, sih? Saat Lena mendelik, Pak Wili nyengir. Malas, ah! Cubit-cubitnya di lokasi yang tidak senonoh. "Abang lagi pengin, ya?" "Pengin terus kalau soal kamu, sih, Len." Sambil lalu. Terlihat Pak Wili membuka kulkas dan mengambil air minum, kemudian diteguknya sampai kandas. Bibir Lena mengerucut. "Maaf, ya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN