"Ganteng bener anak Mama." "Lebih ganteng Abang apa papa, Ma?" "Papalah!" timpal Papa Rei. Daaron menatap sang mama penuh harap dan akhirnya dijawab, "Ganteng Abang, soalnya cetakan Mama dan perpaduan papa juga. Jadi, Abang ini paket komplitnya kami." So, Daaron senyum sebelah bibir kepada sang papa. Seolah bilang, 'Kata Mama masih gantengan Abang, tuh!' Dasar bocah. Daaron pun dipersilakan sarapan dulu sebelum berangkat ke sekolah, minimal menghabiskan sandwich yang sudah Mama Shan buat untuknya. Well, ini hari perpisahan kelas 9 dan Daaron telah rapi memakai jas, rambut disisir klimis selepas kemarin dia ke barbershop untuk potong rambut demi hari ini. Pokoknya, Daaron mau jadi murid paling cetar, khususnya di mata Dikara, pada hari yang—akan—sangat bersejarah itu. Daaron mungki
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


