Akhirnya, ada kesempatan juga untuk kencan dengan Lena. Meski bukan akhir pekan, tetapi malam Kamis itu terasa menyenangkan. Di rumah anak-anak bersama nenek dan kakeknya. Ya, orang tua Wili dari Moskow bertandang ke kediaman. Hendak menginap. Dengan alasan mau cari makan di luar, Wili berpamitan membawa serta Marlena. Mama dan papa, sih, sepertinya tahu maksud tujuan sang putra. Sehingga mereka menahan Auriga yang sempat minta ikut mimi dan pipi. Syukurlah. Perlahan saja Wili mengemudi di jalanan malam itu. Yang mana Lena mendekat, melingkari lengan Wili di sini, lalu menyandarkan dagunya di bahu. Lena memosisikan wajah berhadapan dengan leher pak suami. Oh, kening Lena lantas dijatuhi sebuah kecupan mesra, detik di mana Pak Wili menoleh untuk sesaat. Pelan, dalam, dan syahdu. Lena

