"Eh, eh, ada Kak Daaron 9D! Kak Daaron!" "Ke sini?" "Iya, di luar. Kayaknya mau ke kelas kita. Kan, ada si kembar adek-adeknya." "Sama siapa dia? Kak Garda ada?" "Ada, ada. Rombongan, kok." "Liat aku, udah rapi belum?" Menyisir rambut dengan jemari. "Udah, rapi. Kalo aku?" "Udah, udah oke." Sekadar informasi, sekolahan itu ketat terhadap alat make up. Baik itu sekadar cermin atau sisir dan lipstik. Suka ada razia, jadi kebanyakan murid tidak membawa benda-benda bersolek. But, jiwa 'ganjen' khas remaja setidaknya didapati pada satu-dua murid di sini, baik di kelas unggulan maupun biasa. Itu baru soal teman sekelas yang ke sini-sini jadi sering Kara temukan kegemaran mereka terhadap sang kakak kelas bernama Daaron berikut anak gengnya. Belum lagi waktu kejadian di UKS. Kara belum

