[Extra Part 28] Gara-Gara Mimpi Basah

1612 Kata

"Ren, Dikara, Ren!" Kabur. Baik Dodo, Marco, Jean, hingga Garda pun kebingungan. Menatap kepergian Daaron di setiap kali ada Dikara. Padahal, toh, Dikara tidak sedang secara sengaja mendatangi Daaron. Dan lagi, Dikara tidak sedang mengejar lelaki itu. Kenapa pula Daaron menghindar? Di perjalanan, katakanlah di lorong menuju kantin atau bahkan di lapangan, ujung ke ujung, seberang ke seberang, belum juga berpapasan jalan Daaron sudah putar arah. Memilih jalan lain yang sekiranya tidak bertemu Dikara. "Bocah ngapa, ya?" gumam Jean, heran. "Nggak kayak biasanya." Dodo juga bertanya-tanya. Kan, biasanya Daaron bahkan terkesan seperti apa-apa Dikara. I mean, kalau mau ke kantin memilih kantin yang melewati lorong kelas 7A. Kalau mau ke toilet pun jauh-jauh ke arah sana hanya agar bisa mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN