"Kenalin, ini Nuni. Calon mbak ipar kalian." Ah, Nuni malu. Bukannya apa, tetapi dengan kondisinya yang sekarang ... rasanya memalukan. "Nuni," ucapnya, turut serta memperkenalkan diri. Gilang dan Nandar pun menyahuti dengan masing-masing menyebut nama sendiri. Tanpa bersalaman. Nuni sendiri yang memblokir itu. I mean, dia tidak menjulurkan tangan, hanya meloloskan senyuman. "Maaf, ya ... hari pertama kenalan sama saudara Bang Genta, keadaanku sedang kurang baik. Maaf karena harus menunjukkan sisiku yang seperti ini." "Eh, nggak pa-pa, kok. Santai aja sama kami, sih ... Mbak." Mbak, kan, nyebutnya? Gilang agak meringis. Nuni juga sama. Dia garuk-garuk pipi yang tak gatal. Jelas, usianya pasti jauh di bawah mereka. "Nah. Jadi, karena satu dan lain hal, untuk malam ini Nuni akan meng

