"Nuni ...." Yang dia balas genggaman sang mami, Nuni tatap mata teduh itu. Nuni sudah tahu sekarang kenapa dirinya diperlakukan berbeda oleh papi, juga dimusuhi sang kakak. Karena kenyataannya, dia berbeda. Nuni bukan bagian dari mereka. "Makasih, ya, Mi." Pelan, Nuni membisik. Matanya kuat-kuat menahan air kesedihan. Pun, Nuni membiarkan dirinya dipeluk oleh beliau. Oleh mami ... sayangnya, bukan ibu kandung Nuni. Telah terjelaskan detail saat ini dari celetukan dongkol Kak Zarin padanya. Yang kini sang kakak terdiam, melengos, dan mendengkus. Dengan d**a bergemuruh kencang. Kalau papi .... Entahlah. Nuni lalu pamitan, tentu saja ditahan oleh mami. Papi juga bilang, "Sudah, sudah. Nggak usah drama. Sana masuk kamar lagi!" Tidak. Nuni melepas cekalan tangan papi yang meraih lengann

