"Aaa ...! Kak Daaron!" "Gardaaa!" Belum apa-apa sudah berisik, ramai dengan suara sorak sorai. Kan, sudah dikata bahwa geng Daaron ini banyak pengagumnya. "Jejeku!" Ini untuk Jean. Langsung ditanggapi dengan sign love di jari selepas Jean gendong gitarnya, ada tali di situ. Masing-masing mereka punya penggemar, tetapi yang lebih berisik dan antusias adalah fans Daaron. Oh, ya, Garda juga. Kini, The Legends mulai mengambil posisi. Garda duduk di depan drum, dia cek dulu seperti biasa. Menabuhnya pelan dengan stik di tangan. Marco dan Jean merasakan gitar mereka, memetiknya. Lanjut dengan Dodo dan Daaron. Di samping itu, telah duduk membentuk huruf U para peserta kemah kelas 7 menghadap api unggun dan panggung kecil pentas seni. Di bawah sinar lampu dan cahaya bulan, di bawah lan

