Dikara: [Abang bisa nggak chat-nya biasa saja seperti aku? Tidak usah disingkat.] Wow, dibalas! Meski harus lewat berjam-jam dulu, tetapi begitu Daaron buka hape lagi, tertera kiriman pesan dari Dikara. Daaron senang sekali walau isi balasannya bukan jawab pertanyaan Daaron terkait sedang apa sekarang. Gegas dia kirim balasan. Duduk di tepi ranjang. Daaron: [Bisa.] Daaron: [Tp ini style.] Dikara: [Aku sulit bacanya. Malas juga jadinya.] Daaron: [Oh, okw.] Daaron: [Maaf typo.] Daaron: [Oke.] Daaron: [Kara lagi apa?] Daaron: [Kara bisa nggak kalau Abang chat itu dibalas?] Dikara: [Sedang main tebak gambar.] Dikara: [Ya.] Oh, main tebak gambar, toh. Pantas saja lama balasnya. Daaron pikir sengaja. Demikian, apakah Dikara sudah mulai mencair? Daaron: [Udah makan belum?] Sepulu

