"Gimana menurutmu penampilan Abang kemarin, Ra?" Sambil Daaron tatap seraut wajah Dikara. "Bagus." Well, mereka sedang belajar atau lebih tepatnya Dikara mengajari Daaron dan Niska. Ingat, kan? Tempo lalu Daaron meminta Kara agar menjadi gurunya. Baru dilaksana hari ini. "Banget malah, Bang. Nggak nyangka, lho, aku ternyata suara Abang sebagus itu. Walau pernah lihat di You-Tube, tapi aslinya lebih bagus. Sungguh!" Niska melanjutkan. Daaron senyum. Perlukah dia bersenandung sekarang? "Tapi kenapa Abang nggak masuk ekskul padus?" tanya Niska, teringat sesuatu. "Lebih minat ekskul yang lain, Nis. Rasanya padus kurang laki." Daaron haha-hehe. Dasar! "Abang sering latihan nyanyi, ya?" Niska bertanya lagi. "Latihan yang serius, sih, nggak. Cuma memang Abang sering nyanyi, khususnya k

