[133] Membeku, Kaku

1504 Kata

"Nggak jadi pindahankah?" "Nggak tau, tuh. Harusnya, sih, jadi. Tapi belum pada keluar kamar," jawab Lena. Bang Nandar yang tanya. Mereka semua sudah kumpul di ruang tengah. Ini sudah jam lima lewat. Tentu, lima sore. "Ketiduran kali," seloroh Gilang. "Ada yang berani membangunkan mereka?" Wili ikut bicara. "Nggaklah, Bang. Biarin aja. Lagian cepet-cepet amat pindahnya. Besok juga, kan, bisa." Nandar yang jawab. Tentu, Wili terkekeh. Mereka tidak mengerti, mungkin Genta ingin indehoy malam ini, makanya berlagak dengan cepat-cepat pindah rumah. Namun, sepertinya pasangan pengantin baru itu bablas ketiduran. Hingga azan Magrib berkumandang, barulah saat itu yang di dalam kamar terusik. Genta dulu yang terjaga, mengerjap bangun, menatap apa hal yang membelot di tubuhnya, ternyata itu w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN