[120] Pelukan Hangat

2032 Kata

"Yah ... kenapa nggak tinggal di sini aja, sih, Bang? Kenapa kalau udah nikah harus pindah?" Jujur, Gilang merasa patah hati mendengar kabar bahwa sang abang kelak kalau sudah menikah tak akan tinggal di sini. Tak akan membersamai mereka lagi. Ini lebih-lebih menyesakkan dari saat Lena yang dibawa oleh suaminya. Bayangkan saja ... ini Bang Genta! Abang sulung mereka yang katakanlah pusat. Bang Genta sudah seperti ayah sekaligus ibu bagi mereka. Bang Genta orang tua pengganti yang selama ini Gilang dan Nandar andalkan. Masa sesepuh bin pusatnya pindah, sih? Rumah ini akan sangat hampa nanti. Nandar menunduk. Dia terkejut bercampur sedih. Seakan di dalam hatinya ada yang retak, ada spasi. "Bang?" Gilang menggoyangkan lengan abang sulung mereka. "Tinggal di sini ajalah, plis!" Tadi itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN