"Dengerin dulu, ya?" Hyra ngambek. Makin ngambek karena Julian berhasil menangkapnya, bahkan sebelum langkah Hyra sempat melewati ambang pintu. Kini dia duduk lagi di karpet. Masih di rumah Bang Argo, berdua di ruang tamu. Yang lain di luar. "Ndut, sembilan tahun itu hape aku dikuasai antek papi, bahkan hape aku diganti, termasuk SIM card-nya, nomor kamu otomatis nggak ada. Dan salah satu aturannya adalah jangan berhubungan sama siapa pun orang dari Indo, dari masa lalu aku, kamu paling ditandai. Aku emang pegang laptop buat kuliah dan lain hal, tapi saat setelah nggak digunakan, barangnya diserahkan lagi ke antek papi dan digeledah. Itu aturannya. Aku berusaha sekeras mungkin buat patuh supaya durasi di sana nggak diperpanjang. Mereka menganggap kamu cukup berbahaya buat merusak foku

