Ramai. Rumah Bang Argo penuh dengan pesta penyambutan Julian. Walau dikata pesta, tetapi tetap sederhana. Ramainya oleh anak-istri keempat abang-abangan Julian. Mereka begitu senang mendapat hadiah yang Julian bawakan. Makan bersama, Julian duduk di sisi Hyra. Rasanya sudah seperti keluarga. Dengan keluarga saja Julian tidak pernah begini kayaknya. Duduk beralaskan tikar, makan, lalu bercengkerama penuh tawa. Tidak pernah, kan? Julian teringat masa kecil, meski duduk bertiga lengkap ada papi, mami, dan dirinya di ruang makan ... tetapi euforianya berbeda. Apalagi di rumah utama keluarga besar Atmaja, beuh! Sakral atmosfernya. Mungkin karena Julian tumbuh di lingkungan yang ramah-tamah walau keluarganya super kaku dan menjunjung tinggi aturan makan tanpa terlihat gigi itu, jadi dia meras

