Extra Part 48: Sedekat Nadi

1603 Kata

"Ndut, kasih tahu Bang Argo. Besok kumpul di warung biasa gitu, ya?" "Warung biasa sembilan tahun lalu?" tukas Hyra. Mengemut es krim yang dibeli dari warung pojok. Tadi mengambil jalan memutar untuk tiba di taman. Julian mengangguk. "Kamu pikir warungnya masih berdiri di situ?" "Udah pindah, ya?" "Bukan pindah, tapi udah lama nggak jualan lagi." "Lho, kenapa gitu?" "Ya, mana kutahu." Sambil mengedik bahu. Hyra lalu memainkan kakinya di rumput. "Sayang banget, ya? Padahal itu tempat bersejarah," kata Julian. "Kamu, sih. Harusnya tanam modal di situ, Jul." Julian senggol kaki Hyra dengan ujung sandalnya. Di mana posisi Hyra duduk di ujung perosotan terbawah, sementara Julian lesehan di rumputnya. Dulu mereka main di sini. Dan dulu di sini bukan beralaskan rumput, melainkan tana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN