78

1653 Kata

Mobil hitam berpelat diplomatik itu berhenti mulus di depan gedung Tanumaja Eurasia Office—bangunan kaca tinggi dengan sentuhan arsitektur modern Eropa yang tegas, namun tetap hangat oleh aksen kayu di lobi utamanya. Gedung itu berdiri anggun di jantung kota, menjadi simbol kepemimpinan Linggarjati Emir Tanumaja di tanah Turki. Sopir lebih dulu turun, membukakan pintu belakang. “Silakan, Ny. Tanumaja.” Raden Ayu melangkah turun dengan tenang. Gaun cokelat tua berpotongan rapi membalut tubuhnya anggun, dipadu dengan inner turtleneck senada dan long vest krem yang jatuh lurus hingga lutut. Rambutnya dibiarkan tergerai lembut, make-up tipis menonjolkan garis wajahnya yang teduh. Di tangan kanannya, ia membawa tas kecil berisi kotak makan—bekal makan siang yang ia siapkan sendiri. Masakan I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN