55 | Minggu Depan

1323 Kata

Apartemen Nea hening malam itu. Hujan tipis masih turun di luar jendela, menorehkan jejak-jejak samar di balik tirai putih yang setengah tertutup. Aroma lavender dari diffuser memenuhi ruangan, berpadu dengan udara lembap dan kelelahan yang menggantung tak kasatmata. Nea duduk di ujung sofa, kakinya dilipat ke samping, tubuhnya setengah pasrah bersandar pada d**a Daska yang duduk di belakangnya. Lengan pria itu melingkari tubuhnya erat, seperti enggan melepaskan—seolah di sanalah satu-satunya tempat untuk dirinya pulang. Tak ada kata yang keluar dari bibir mereka. Hanya suara detik jam dinding dan denyut pelan dari napas yang tertahan-tahan. Nea menggenggam ujung lengan bajunya sendiri, mencoba mengatur napas. Kepalanya bersandar di bahu Daska, tubuhnya terasa hangat, tapi hatinya tetap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN