13. Bertemu Masa Lalu Daska

2261 Kata

Langit sore masih terlihat cerah saat mobil Daska berhenti di depan sebuah rumah kecil bergaya vintage, berdinding bata dan berlumut halus di sebagian sisinya. Lampu di teras menyala redup, membentuk siluet bingkai jendela besar yang tertutup tirai linen tipis. Tak ada suara selain bunyi ranting patah yang terpijak langkah Daska. Nea turun dengan sedikit ragu. Ini bukan rumah biasa. Bukan juga tempat publik. Terlalu tenang untuk disebut kedai, terlalu pribadi untuk disebut tempat kerja. Tapi Daska tidak berkata selain: Saya ingin menunjukkan kamu sesuatu. Selepas melakukan penelitian di kampus siang tadi, Daska ternyata menunggu Nea di depan kosan-nya, katanya pria itu ingin membawa Nea ke suatu tempat. Dan, disini lah mereka berada sekarang. Daska membuka pintu dengan hati-hati. Aroma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN