25 | Candu (21+)

1885 Kata

Matahari belum sepenuhnya naik ketika aroma kopi menyatu dengan semilir angin dari jendela terbuka. Di dalam apartemen bernuansa hangat itu, dua tubuh duduk menyatu dalam diam yang tidak canggung. Di sofa berbalut kain beludru abu itu, Nea bersandar di pangkuan Daska. Tangannya melingkar manja di leher pria itu, sementara pipinya menempel pada d**a bidang yang dua kancing kemejanya sudah terbuka. Daska benar-benar membawa Nea ke apartemennya seperti pembicaraan mereka di mobil tadi. Keheningan pagi itu bukan sunyi yang mengganggu, melainkan nyaman—seperti rumah setelah badai. “Mas kok bisa keluar dari kamar aku semalam?” tanya Nea sambil mengangkat wajah, matanya mengerling penasaran. “Gimana caranya? Pagi-pagi aku bangun Mas udah enggak ada.” Daska tidak langsung menjawab. Sebagai ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN