44 | Kepergok Rekan Kerja

1913 Kata

Langit mendung di luar jendela mulai meredupkan cahaya alami yang masuk ke ruang konsultasi lantai delapan belas. Wangi eucalyptus dari diffuser menyatu dengan aroma kayu manis yang samar dari lilin aroma terapi kecil di pojok ruangan. Nea tengah merapikan beberapa berkas di meja saat ketukan pelan terdengar dari pintu yang setengah terbuka. “Boleh masuk?” suara itu familier, disusul sosok Edgran yang muncul saat pintu itu dibuka. “Aku tahu kamu belum sempat makan siang,” ucapnya lembut, sambil meletakkan totebag ke meja kecil dekat sofa. Ia mengeluarkan dua box sushi dari brand premium yang Nea kenal baik, lengkap dengan minuman kesukaannya—kombinasi chamomile-honey lemon dalam botol kaca elegan. Nea tersenyum kecil. “Mas cenayang, ya?” Edgran balas tersenyum. “Kamu kalau sudah sibuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN