Pukul 06.30 | Ruang Konsultasi Karyawan, Daskarendra Corp Nea duduk diam di balik meja kerjanya. Sunyi. Hanya suara detik jam yang memantul di dinding kaca dan karpet yang masih dingin oleh embun pagi. Jarum jam menunjukkan pukul 06.30, tapi ia sudah di ruangan ini sejak fajar menyingsing. Lebih tepatnya ia tak pernah benar-benar pulang setelah—ia menggigit bibir bawahnya—keputusan t***l yang kini menampar dirinya lebih keras dari rasa rindu yang dulu pernah ia bela mati-matian. Keputusan untuk menghabiskan malam bersama mantan kekasihnya: Daska. Saat bangun pagi buta tadi, pria itu sudah tidak ada di dekatnya. Hanya ada paperbag berisi pakaian ganti dan catatan kecil yang pria itu tinggalkan. Nea menatap sekeliling ruangan. Setiap inchi ruang konsultasi ini seperti menyimpan rahasia d

