23 | Mengulang Malam yang Sama (21+)

1955 Kata

Hujan belum benar-benar berhenti di luar sana. Sisa rinainya masih membekas di kaca jendela kamar Nea, menciptakan jejak-jejak samar yang menggambarkan hati mereka—pernah sama-sama kabur, kini perlahan kembali menemukan arah. Lampu gantung bermotif anyaman rotan menyala hangat, berpadu dengan aroma lavender dari diffuser di pojok ruangan. Kamar Nea terasa teduh, senyap, dan personal. Buku-buku bertumpuk di rak kecil, sebagian berserakan di atas meja belajar. Di dinding, ada foto-foto kenangan bersama keluarga dan Jua, sementara gorden berwarna krem menjuntai tenang di sisi jendela, membingkai dunia yang sedang diam. Seperti hati mereka—yang telah lelah berlari dan akhirnya memilih diam di tempat yang saling mengenal. Daska dan Nea duduk berhadapan di atas karpet coklat yang lembut. Kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN