15 | Perubahan Sikap Daska & Rencana Alana

1306 Kata

Hari itu, langit kampus tampak biasa saja—biru pucat dengan sisa mendung tipis yang menggantung sejak pagi. Tapi tidak dengan d**a Nea. Ada yang tidak biasa sejak semalam, sejak pesan singkat dari Jua masuk, memberitahu bahwa ia belum bisa ikut bimbingan karena masih kejar target wawancara partisipan. Akhirnya, Nea datang sendiri ke ruang bimbingan lantai dua, membawa bab empat yang sudah ia koreksi sesuai arahan sebelumnya. Harusnya ini sesi biasa. Harusnya ia bisa mengalihkan perhatian ke skripsi dan bukan... hal-hal lain. Tapi langkahnya tetap ragu saat menyentuh pintu. Biasanya, ada sedikit rasa tenang sebelum masuk. Ada percakapan kecil yang memecah kekakuan, kadang tawa lepas Jua yang menular. Tapi hari ini sunyi. Dan ketika pintu terbuka, yang menyambut Nea adalah lelaki yang sama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN