Nea berdiri di depan cermin tinggi yang membingkai dirinya dari kepala sampai kaki. Di tangannya tergantung sebuah dress lengan pendek warna cream dengan detail renda lembut di bagian kerah. Cantik, tapi terlalu feminin menurutnya. Saat ini ia sedang berada di salah satu butik pakaian langganan Cavina. Wanita itu pagi-pagi sekali datang ke apartemen Daska dan membawakan baju ganti Nea sesuai dengan permintaan Daska. Hal yang membuat Nea akhirnya tahu jika wanita yang sempat berpapasan dengannya di ruang Pak Daska beberapa waktu yang lalu—yang sempat membuat pikirannya melayang pada banyak kemungkinan dan dugaan itu—Adalah adik kandung Pak Daska. Cavina Daskarendra namanya. Wanita itu benar-benar cantik, menawan, dan sempurna. Nea bahkan merasa takjub berkali-kali tiap kali memandangi

