Jeriko yang sejak tadi diam kini menatap Hendrik dengan sorot tajam. “Hendrik. Kamu harus bertindak cepat. Kalau benar Amara terlibat hubungan yang tidak pantas, maka ini bukan hanya mencoreng namamu sebagai ayahnya, tapi juga nama besar keluarga Daniswara." Hendrik menggertakkan giginya, menahan amarah. "Jadi menurut Papa, apa yang harus aku lakukan?" "Mas masih bisa bertanya? Seharusnya Mas tidak usah memedulikan anak kurang ajar itu. Lagian apa Mas nggak kasihan sama anak-anak? Mereka masih kecil, Mas." Bella sengaja menjeda ucapannya, ingin melihat reaksi Hendrik. "Skandal mengenai Gerry saja sudah pasti membuat mereka menjadi bahan pembicaraan di sekolah. Jadi Mas jangan menambahkannya dengan mengurusi Amara," tukas Bella dengan nada sinis. Hendrik mengepalkan tangannya begitu k

