"Kamu bawa Theodore masuk ke kamar saya. Biar saya yang menghadapi mama kamu. Jangan keluar sebelum saya yang bilang," ucap Raymond. Amara segera menggendong Theodore menuju kamar pria itu, aroma maskulin langsung menerpa hidungnya, membuat gadis itu merasa nyaman sekaligus terlindungi. "Oeee ...." Suara tangisan Theodore menyadarkan Amara dari lamunan, dia melihat bayi itu membuka mulut, seakan memberi kode jika ingin menyusu. "Theo, maafin Bunda yang ngelamun. Kamu pasti haus, ya," ucap Amara sembari membuka dua kancing blousenya. Ringisan kecil keluar dari mulut Amara, sebab Theodore menghisap sumber makanannya dengan rakus. Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka, dan derap langkah tergesa. "Amara! Kamu nggak apa-apa, Nak?!" Theodore langsung menangis saat mendengar sua

