. Seminggu sudah berlalu sejak Lily tidak masuk kantor. Hari-hari itu terasa panjang bagi Ethan. Setiap pagi, ia menatap kursi kerjanya yang kosong, tablet dan dokumen di depannya tak bisa sepenuhnya mengalihkan pikirannya dari satu hal: keadaan Lily. Ia tahu tubuhnya lemah setelah perjalanan bisnis kemarin, dan itu membuatnya merasa bertanggung jawab. Karyawan di kantor mulai merasakan adanya perlakuan yang berbeda. Ethan, biasanya tertutup dan jarang menunjukkan perhatian yang terlalu personal, kini selalu memastikan Lily terpantau. Ia mengirim pesan, menelpon, bahkan beberapa kali mendatangi apartemennya untuk memastikan ia tidak sendirian saat sakit. Perlakuan itu tidak luput dari perhatian orang-orang di sekitarnya. Beberapa terlihat iri, berbisik-bisik di sudut kantor, mencoba men

