Benteng Profesionalitas Lily.

1303 Kata

​Lily kembali ke kantor pada hari yang seharusnya menjadi hari cutinya. Meskipun secara fisik ia sudah beristirahat total—tidur panjang yang dipaksakan oleh Ethan Blackwell—secara mental, ia adalah puing-puing trauma. Setiap langkahnya menuju sayap eksekutif terasa berat, seolah ia membawa beban moral lima miliar rupiah di pundaknya. ​Ia telah menghabiskan pagi itu di apartemennya, menatap blazernya yang robek dan berpikir. Keputusannya bulat: jika ia tidak bisa lari secara fisik, ia harus lari secara mental. Ia harus membangun benteng, dinding setinggi langit-langit yang terbuat dari formalitas kaku, yang bahkan Ethan—dengan segala dominasinya—tidak akan mampu mendaki. Ia tidak akan memberinya satu pun celah pribadi. ​Saat Lily melangkah keluar dari lift di lantai eksekutif, ia sudah me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN