Pagi itu, Lily berdiri di depan ruang kerja Ethan dengan secangkir kopi di tangan. Ia mencoba mengatur napasnya agar terlihat tenang, tapi perasaan campur aduk tidak bisa disembunyikan. Tidak biasanya, Ethan memanggilnya untuk rapat pribadi sebelum keberangkatan ke klien penting. “Lily,” suara Ethan terdengar dari meja besar yang dipenuhi dokumen dan laptop. Ia menatap layar sebentar, lalu mengangkat matanya ke arah Lily. “Siap untuk briefing pagi ini?” “Siap,” jawab Lily, menahan senyum kecil. Namun matanya bersinar sedikit penasaran. Ada sesuatu yang berbeda hari ini. Ethan menutup laptopnya dan berdiri. “Kamu ikut perjalanan bisnis besok.” Lily terkejut. “Aku … ikut? Aku kira kamu akan membawa Pak Philip atau yang lainnya.” Ethan mengangkat alis tipis, ekspresinya tetap tenang tapi

