Setelah Pernikahan

1676 Kata

Suara keras pintu kamar utama yang tertutup mengakhiri upacara pernikahan paling singkat dalam sejarah keluarga Ferraro. Leo menenteng tubuh ringan Aurora yang masih lemas akibat pengaruh suntikan pelumpuh. Di tangannya, sosok perempuan itu terasa bagai boneka porselen yang rapuh—cantik, namun tak berdaya. Kamar pengantin seluas suite hotel mewah itu terasa dingin dan steril. Leo dengan hati-hati merebahkan Aurora di atas ranjang berkelambu sutra putih, memperhatikan bagaimana rambut panjangnya yang indah berhamburan di atas bantal. Matanya masih memancarkan kemarahan. “Jangan sentuh aku,” geram Aurora akhirnya. Leo menghela napas, kedua tangannya dia angkat ke samping seperti dalam posisi menyerah. “Tenang, Rora. Aku tidak berniat menyentuhmu. Pernikahan ini sama tidak kuinginkanny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN