Cara Terakhir

3216 Kata

Keesokan harinya, semua berjalan seperti biasa. Leo melangkah keluar dari Vila, rumah mewah yang terasa lebih dingin dari lemari es di dapur, tepat pukul tujuh pagi. Udara pagi yang seharusnya menyegarkan terasa seperti kabut tipis yang hambar. Mobil mewahnya sudah menunggu. Dari jendela kamar di lantai dua, sebuah tirai bergerak sangat perlahan, menutup rapat seolah tak ingin secercah sinar matahari atau pandangan darinya masuk. Aurora. Dia sudah tahu itu. Ritual pagi mereka, Leo pergi, dia bersembunyi. Di kantor, kekacauan merger perusahaan baru menunggu Leo. Tumpukan dokumen, rapat-rapat yang tegang, dan senyum-senyum formal para kolega adalah dunianya yang nyata. Dunia di mana dia berkuasa, dikagumi, dan tak perlu berurusan dengan bayangan istri yang tak dia inginkan dan sela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN