"Hazel, menikahlah denganku sekali lagi. Kali ini ... untuk selamanya." Oliver menghentak keras napasnya. Membuat beberapa orang yang sedang duduk melingkari sebuah meja panjang menoleh ke arah pria tersebut. Mereka sedang berada di dalam sebuah ruang meeting. Seorang pria masih berdiri di depan layar proyektor yang masih menyala. Menerangkan proyek baru yang sebentar lagi akan mereka kerjakan. Mereka menatap sang pimpinan yang tampak melamun. Seolah pikirannya sedang tidak berada di tempat tersebut. Jari tangan pria itu bergerak mengetuk-ketuk pelan permukaan meja kayu. Melihat hal tersebut, para penghuni meja meeting saling menoleh dan bertatapan penuh tanya. Awalnya semua masih diam, sampai kemudian salah satu peserta meeting berdehem untuk menarik perhatian sang pimpinan yang te

