“Proses perceraian kalian secepatnya. Tidak. Kamu harus melakukannya besok.” Oliver menghentak napasnya. Pria itu kemudian memutar kepala. “Tom.” “Baik, Tuan.” Mengangguk paham, Tom melangkah mendekati sang tuan yang masih duduk berhadapan terpisah meja dengan musuh bebuyutannya. Pria itu kemudian meletakkan map berwarna coklat ke atas meja, lalu mendorong ke depan Carlos. “Lihatlah.” Oliver mengedik kepala. Memberi kode supaya Carlos segera membuka map yang ada di depan pria tersebut. Carlos menatap tajam sang musuh bebuyutan beberapa saat, sebelum mengambil map di depannya. Carlos menggulir bola mata ke arah Oliver sekali lagi. Setelah itu baru menurunkan pandangan seraya tangannya bergerak membuka map di tangan. Pria itu menarik pelan, namun panjang napasnya sebelum fokus pada rangka

