“Ah, bukan hanya dia yang mati, Tuan Oliver. Tapi juga calon anak kalian.” Oliver diam menatap perempuan yang berdiri di seberang meja. Sepasang kelopak mata pria itu bergerak. Satu kali, dua kali. Butuh beberapa saat sampai kemudian Oliver menegakkan punggungnya. “Kamu bilang apa tadi?” Sepertinya dia baru saja melamun, hingga mendengar sesuatu yang aneh. Halusinasinya. “Maksud Dokter, nyonya Hazel sekarang sedang berbadan dua?” Oliver menoleh ke arah Tom yang baru saja mempertegas kalimat yang dipikirnya hanya halusinasi semata. Pria itu menatap sang kepala pengawal dengan kening mengernyit. Membuat yang ditatap berdehem. “Memangnya kalian belum tahu?” Bukannya menjawab pertanyaan, Rachel justru melempar tanya balik. Tidak hanya itu, Rachel juga menatap aneh dua orang yang kini seda

