Kejutan kedua yang telah disiapkan oleh Mas Agung adalah sebuah tenda berukuran cukup besar di pinggir pantai. Di depan tenda ada api unggun, dua kursi lipat dan panggangan yang diatasnya berisi jagung bakar juga sosis. Suamiku ingin mengajakku camping. Menepati janjinya yang belum terlaksana karena masalah kami yang datang silih berganti. Kini, satu persatu keinginanku mulai diwujudkan olehnya. “Mau langsung tidur apa bersantai di depan tenda?” “Ngobrol di dalam tenda saja ya. Udara semakin dingin dan gaun yang aku pakai tidak cukup tebal untuk menghangatkan badan.” Mas Agung membuka tenda lalu memintaku masuk lebih dulu. Seketika kedua mataku terpana dengan isi barang-barang yang ada di dalamnya. Sepertinya kami akan menginap di sini malam ini. Karena tak hanya ada kasur dan bantal.

