Sepulangnya dari bulan madu bukannya makin mesra kami justru sering berdebat. Setiap hari ada-ada saja kelakuan aneh Mas Agung yang membuatku naik darah. Sudah aku tegur berulang kali tapi dia tak kunjung mengerti malah semakin menjadi-jadi. Padahal selama di Lombok sikapnya manis sekali. Selalu memberikan kejutan romantis hingga aku merasa menjadi istri yang sangat di cintai oleh suaminya. Namun, semuanya berubah ketika kami kembali ke Jogja. Mas Agung berubah menyebalkan. Sikap keras kepalanya membuatku sering marah dan malas bicara dengannya. Contohnya seperti saat ini, aku baru selesai masak eh dia malah berangkat ke peternakan tanpa pamit. Bagaimana aku tidak kesal? Sudah capek-capek masak tapi tidak di makan. “Mbak Dyah tadi Mas Agung pesan katanya sarapannya minta diantar ke pet

