“Apaan sih, Mas? Senyam-senyum dari tadi. Ntar gigi kamu kekeringan baru tahu rasa.” “Kamu tadi hebat banget, Hon.” “Aku sudah mendengar lebih dari dua puluh lima kali. Memangnya nggak ada pujian selain itu?” “Banyak tapi aku paling suka permainan ranjangmu untuk saat ini,” jawab Mas Agung sambil mengerlingkan matanya nakal. Setelah itu, turun dari ranjang menuju ke arah kamar mandi. Rencana tidur siang gagal karena suamiku tak mau berhenti mengajakku bermain. Hingga telepon dari Eyang Sugeng menghentikan aktivitas kami. Beliau meminta Mas Agung agar menyusul ke Wonosobo karena ada sedikit masalah yang tidak bisa ditanganinya sendiri. Terpaksa honeymoon tipis-tipis terganggu karena besok kami harus berangkat ke perkebunan. “Sayang, mau mandi bareng apa tidak?” “Nggak lah! Mas duluan

