Motoran keliling Malioboro dibonceng suami menurutku sangat romantis. Aku memeluk pinggangnya dengan erat sambil menyandarkan dagu pada pundaknya. Tanganku dengan kurang ajar memilin put1ng suamiku saat kami sedang asik ngobrol. Membicarakan makanan apa yang akan kami makan pagi ini. Sekarang aku suka menggoda suamiku. Dia selalu pasrah dan tidak pernah marah saat aku menjahilinya. Hanya merengek memintaku agar berhenti menggodanya karena iman dan iminnya tak sekuat badannya. Jalanan masih sepi jadi Mas Agung berani naik motor meski tangannya masih sakit. Jangan ditiru ya! Adegan ini hanya dilakukan dalam ceritaku. “Ramai banget, Mas.” “Belum buka saja sudah banyak yang ngantri, Hon.” “Mas tunggu saja di sini. Biar aku yang pesan makanan dan minumannya.” Mas Agung mengangguk, lalu d

