POV Agung 2

1451 Kata

Gadis cantik yang sedang mengerucutkan bibirnya saat ini terlihat sangat cantik meski belum mandi. Rambutnya berantakan seperti singa, wajah bantalnya dan mata bulatnya adalah perpaduan keindahan yang nyata. Aku sampai rumah pukul setengah 4 pagi karena menemani Mas Rayan menunggu Eyang Marwa di rumah sakit. Tentunya tanpa sepengetahuan istri ku. “Sayang, kenapa gitu lihatnya?” “Mas dari mana saja?!” tanyanya dengan ketus. Aku berjalan mendekati ranjang sambil membuka satu persatu kancing kemejaku. Tatapan mataku tak lepas dari tatapan mata indah Dyah yang sedang melotot galak. Baru sehari tidak bertemu rasanya seperti satu tahun. Aku sangat merindukannya. Sejak semalam aku ingin menghubunginya namun aku tahan. Ingin tahu seberapa khawatir dia saat aku menghilang tanpa kabar. Pesan-p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN