Bab 123

2218 Kata

Celine yang sedang melipat baju Fabian langsung menoleh tajam pada kakaknya. Wajahnya menunjukkan keterkejutan yang amat nyata, sampai-sampai tangannya terhenti di udara. Fabian yang duduk di karpet sambil memainkan balok warna-warni ikut menatap Jay, seolah memahami kalau topik yang sedang dibicarakan ini adalah sesuatu yang heboh. Celine mengedip beberapa kali sebelum akhirnya berkata, “Kakak serius? Melamar? Jay yang sama? Jay yang aku kenal?” Jay mendengus. “Kenapa sih reaksinya selalu begitu kalau aku ngomong hal penting? Aku sadar aku pernah ‘bermasalah’, tapi apakah aku harus dikagetin dulu baru boleh jatuh cinta?” Celine menutup mulutnya, tertawa kecil. “Bukan itu maksudku. Aku cuma… terkejut. Soalnya baru beberapa minggu kenal, Kak. Dan kamu biasanya tuh–” “Biasanya apa?” tany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN