Bab 122

2112 Kata

Celine sudah menyiapkan makan malam dengan rapi: ayam panggang madu, mashed potato lembut, salad sayur, dan sup jagung kesukaan Fabian. Aroma masakan memenuhi seluruh ruang makan, membuat Frans duduk dengan bahagia sambil mengusap perut, sementara Fabian duduk di kursinya sambil memukul-mukul meja kecilnya dengan sendok, menandakan bahwa ia sudah sangat lapar. Namun, tragedi kecil yang sudah diprediksi Celine akhirnya dimulai begitu Jay duduk di kursi sebelah Fabian. Baru saja ia menarik kursinya, Fabian langsung menatap Jay dengan tatapan waspada, seakan-akan Jay adalah penjahat dalam film kartun. “Om Jay jangan ambil punyaku,” kata Fabian sambil memeluk mangkuk supnya. Jay menoleh, wajah tersinggung. “Fabian! Om Jay belum apa-apa udah dituduh maling makanan.” Fabian menunjuk mangkuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN