Bab 152

859 Kata

Pagi itu rumah besar terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Sejak subuh, Celine sudah mondar-mandir di kamar Fabian, memastikan seragam TK kecil itu rapi, sepatu sudah dipasang kaus kaki bergambar dinosaurus kesukaan Fabian, dan tas mungil berwarna biru dengan nama Fabian di depannya tergantung manis di kursi. Fabian sendiri duduk di tepi ranjang, awalnya masih bersemangat. Rambutnya disisir rapi, pipinya bersih, dan senyumnya sempat muncul ketika Celine berkata hari ini dia akan bertemu teman-teman baru. “Hari ini Fabian sekolah,” kata Celine sambil berlutut di depan putranya. “TK. Nanti ada mainan, ada gambar-gambar.” Fabian mengangguk cepat. “Ada ayunan?” “Ada.” “Ada temen?” “Ada banyak.” Fabian tersenyum lebar. “Aku mau cerita aku pernah masukin kodok ke rumah.” Celine terta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN